5 Hal Sederhana yang Luar Biasa sebagai Customer

Hai, apa kabar? Semoga selalu baik ya. Kita pasti pernah makan di restoran atau berbelanja di pusat perbelanjaan secara langsung. Kegiatan tersebut sudah bukan hal baru lagi bagi kita. Nah, sebagai customer pasti kita maunya diperlakukan dan diberikan pelayanan yang baik. Tapi, apakah sebagai customer kita juga sudah turut kooperatif dalam membantu mewujudkan pelayanan yang baik tersebut?

Meskipun dalam pelaksanaannya kita tidak mendapatkan pelayanan yang baik atau maksimal, kita boleh kok kalau mau complain, namun tetap menjaga etika dan sopan santun, karena bagaimanapun penjual dan pembeli adalah sesama manusia yang mestinya saling menghormati.

Tidak hanya menginginkan service yang baik, namun jadilah customer yang bijak juga. Jika kamu sudah melakukannya, “Terima kasih, ya”. Nah, di kondisi saat ini, kita sudah sama-sama kuat melalui pandemi, sekarang kita akan mulai terbiasa hidup di keadaan yang (new) normal lagi. Ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan sebagai customer, semoga hal itu akan berdampak luar biasa. Minimal, semoga menjadi salah satu amal baik kita karena meringankan atau tidak menambah beban pekerjaan orang lain.

Apa aja sih hal-hal sederhana tersebut? Saya buatkan list-nya di bawah ini.

1. Gerakan Tumpuk di Tengah

Pasti sudah tidak asing lagi dengan hal sederhana ini ya. Gerakan tumpuk di tengah berawal dari tagar #TumpukdiTengah yang ada di Twitter sejak tahun 2018 lalu, sebagai bentuk kepedulian masyarakat atas kinerja pramusaji (waitress). Ya, dengan merapikan piring, gelas, sendok atau garpu, dan sampah kita di tengah meja makan pada saat makan di restoran, kita sudah meringankan beban waitress di resto tersebut. Minimal dibantu merapikan jadi satu, entah di spot mana terakhir akan kita taruh. Kita sudah membantu one step pekerjaan waitress saat akan merapikan meja makan.

Daripada terlihat berantakan, akan lebih praktis jika sudah ditumpuk di tengah. Apalagi ketika resto tersebut sedang ramai, pengunjung yang baru pun akan merasa nyaman apabila melihat meja kosong rapi meskipun belum sempat dibersihkan waitress ya.

Gerakan #TumpukdiTengah
Gerakan Tumpuk di Tengah, Source: intisari.grid.id

2. Bereskan Sampah Bekas Makan Sendiri

Siapa yang suka bawa makanan atau minuman dari luar saat makan ke resto hayo angkat tangan?? Sebenarnya untuk kebijakan boleh atau tidak boleh membawa makanan dari luar, sebagai customer kita mesti ngerti, ya. Mengerti untuk sadar diri kalaupun kita membawa makanan atau minuman dari luar, ya kita buang sendiri saja sampahnya, jangan kita tinggal di meja begitu saja. Alih-alih kalau mau membantu membereskan tumpuk di tengah sih masih mending. Lah kalau enggak?

Di resto pasti menyediakan tempat sampah kecil entah itu di area luar, kalaupun tidak ada, ya bawa balik saja sampahnya lalu buang di luar. Masih tidak mau bawa? Ya, tumpuk di tengah. Coba bayangkan, misal kita jualannya makanan kering, tapi ada customer bawa makanan dari luar yakni makanan basah, lalu kita harus membersihkan sisa makanan dia yang ditinggal begitu saja. Gimana perasaan kita? Ya, dibereskan saja oke, tapi pasti tidak sepenuhnya oke, kan? Kalau kita di posisi customer harusnya mah paham dong mesti bertindak seperti apa. Jadi, di sini lah pentingnya saling menghargai antar sesama.

Oh iya, pernah makan di rumah makan cepat saji yang kalau kita makan dine in, tempat makannya pakai box/kardus yang sekali dipakai langsung dibuang? Biasanya resto tersebut juga menyediakan tempat sampah segede gaban yang bisa kita lihat dan mudah kita jangkau, ya. Ada juga resto yang khusus menjual minuman kekinian kayak boba dan sejenisnya yang cup-nya langsung di-seal baik mau minum di tempat atau di-take away, kan? Pasti di situ juga disediakan tempat sampah yang lagi-lagi bisa kita lihat dan mudah untuk dijangkau.

Nah, sebagai customer yang bijak, seharusnya kita tahu untuk langsung membuang tempat makan atau minuman kita ke tempat sampah. Ya, karena memang tempat makanan atau minuman tersebut cuma satu kali pemakaian. Jadi, jangan sampai deh kita biarkan tergeletak di atas meja begitu saja. Iya iyaaa, memang akan dibersihkan oleh waitress-nya, tapi kembali lagi ke konsep saling membantu sesama. Ini mah hal kecil yang harusnya bisa kita lakukan. Iya apa iya? Btw, wadah tempat makan sekali pakai bisa digunakan untuk berkebun di rumah, loh. Baca: Belajar Menjadi Petani di Rumah Bersama PlanAddict.

Restoran cepat saji sang Jagonya Ayam alias KFC, menginisiasi kampanye #BudayaBeberes sejak Februari 2018 lalu. Ya, meskipun pada saat itu memunculkan pro dan kontra, tapi kampanye ini sangat baik untuk dijalankan, loh. Simple tapi bermanfaat. Membuang bungkus makanan langsung ke tempat sampah, eits, tapi sesuai dengan jenis sampahnya, ya. Pilah-pilah sampah sebelum membuangnya.

#BudayaBeberes diinisiasi oleh KFC sejak Februari 2018 lalu meski ada pro dan kontra
#BudayaBeberes, Source: facebook.com

3. Hadapkan Barcode ke Atas

Suka belanja kebutuhan bulanan di supermarket dan sejenisnya? Sekali belanja bisa sampai dua troli lebih? Hehe, kalaupun sedikit juga tidak apa-apa, kok. Nah, hal sederhana ini bisa meringankan pekerjaan cashier dan menghemat waktu, loh. Jadi, kita taruh barcode pada kemasan barang yang kita beli itu, posisinya menghadap ke atas. Supaya apa? Biar cashier tinggal klik klik klik scan barcode-nya, apalagi kalau belanjaan kita banyak, coba bayangkan si cashier harus mencari-cari letak barcode barangnya di mana.

Selain memudahkan pekerjaan cashier dan menghemat waktu, hal ini juga bisa meminimalisir antrean, iya dong? Iya, kan. Simple tapi bermanfaat, bukan? Salah satu content creator favorit saya, Aulion, juga mengkampanyekan hal ini melalui media sosialnya, salah satunya bisa kamu tonton di reel instagramnya @aulion.

taruh barcode pada kemasan barang yang kita beli itu, posisinya menghadap ke atas
Source: dikemas.com

4. Siapkan Metode Pembayaran

Sudah pesan ini itu, eh pas mau bayar di cashier malah lama, padahal cashiernya sudah siap buat menarik uang kita dan menambah pundi-pundi cuannya, hehe. Ya kitanya saja yang bingung mau bayar pakai apa, tanya ini itu yang ada promo yang mana, tidak apa-apa tanya promo mah, tapi alangkah lebih baiknya, kita pastikan bahwa yang ada promo pembayaran tersebut, juga saldo kita juga sudah ada ya, jangan top up lama-lama, kalau tidak ada antrean mah tidak apa-apa, tapi kalau banyak yang antre? Eh itu yang di belakang juga mau transaksi juga atuh. 

Pastikan sebelum sampai di cashier kita sudah tau ya mau bayar pakai sistem pembayaran apa. Mau cash ya disiapin uangnya, mau pakai QRIS atau e-wallet ya dibuka dulu aplikasinya, mau pakai debit atau credit card ya dikeluarin dulu cardnya, jadi waktu yang dibutuhkan ketika mau mengambil card atau cash dan buka aplikasinya, itu tuh berharga banget loh, biar tidak terlalu lama, apalagi kalau ada kendala yang tidak kita tahu. Minimal, kita sudah membantu menghemat waktu tunggu cashier atau customer lain yang akan bertransaksi, ya.

Pastikan sebelum sampai di cashier kita sudah tau ya mau bayar pakai sistem pembayaran apa
Source: merdeka.com

5. Ucapkan “Terima Kasih”

Kata yang paling bermakna selain kata “Tolong”, ya ini, “Terima kasih”. Ucapkan terima kasih ketika waitress selesai mengantarkan pesanan kita, dan sebagainya. Apapun yang kita dapatkan, jangan lupa ucapkan terima kasih, meskipun kita mendapatkan pengalaman yang dirasa kurang mengenakkan. Tidak ada salahnya loh ucapkan terima kasih. Tidak berat, kok. Ucapkan selalu terima kasih atas pelayanan yang luar biasa atau kurang baik, ya. Kalau kurang baik ya boleh habis itu kita kasih krisannya, bukan bunga krisan ya, tapi kritik dan saran.

Ucapkan terima kasih ketika waitress selesai mengantarkan pesanan kita, dan sebagainya
Source: konten.co.id

Nah, itu tadi 5 hal sederhana yang luar biasa, yang mesti kita aplikasikan ketika menjadi customer. Tidak susah, ya? Bisa kok bisa, karena dengan hal kecil tersebut, semoga kita selalu ingat bahwa kita adalah manusia yang akan selalu memanusiakan manusia. Terima kasih untuk yang sudah melakukannya, bagi yang belum, yuk kita mulai dari sekarang untuk menjadi customer yang bijak. Bersama kita aplikasikan hal-hal sederhana yang sangat bermanfaat bagi sesama.

Salam,

Deka 😊

3 Comments

  1. Everything is very open with a really clear explanation of the challenges. It was definitely informative. Your site is useful. Thank you for sharing. Feel free to visit my website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *