Akhir-akhir ini banyak teman saya yang bertanya soal “Gimana sih cara main saham?”, “Kalau aku mau main saham, bagusnya beli saham apa ya?” dan banyak pertanyaan lainnya yang hampir serupa. Sebenarnya kalau saya pribadi sih kurang suka ya kalau nyebut nabung atau investasi di saham dengan kata “main”. Yaa, karena bagi saya, saham adalah salah satu instrumen investasi yang tujuannya untuk jangka panjang, yang pasti nggak boleh kalau cuma main-main, hehe.

Kalau diminta untuk jelasin, ya kadang bingung juga mau jelasin dari mana. Nah, saya pikir, di sini adalah salah satu platform yang tepat untuk saya menjelaskan tentang dunia saham dan kawan-kawannya. Yaa, sebenarnya biar nggak capek jelasin berulang kali sih, jadi semisal ada yang tanya, tinggal share tulisan ini aja, haha.

Sebelum berbicara jauh mengenai saham, tentang jual belinya, analisis teknikal dan fundamentalnya, menurut saya alangkah baiknya mengenal istilah-istilah yang sering kali muncul dalam dunia persahaman. Biar lebih enak aja gitu belajarnya, nggak kaget kalau udah belajar jauh tapi bingung istilah A maksudnya apa ya? Ya langsung aja yuk, berikut istilah-istilah yang sering muncul dalam dunia saham yang patut dimengerti oleh investor pemula 🙂

1. Pasar Modal

Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk pelbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan, seperti saham, surat hutang (obligasi), reksa dana, maupun instrumen investasi lainnya. Sarana kegiatan berinvestasi ya di pasar modal ini. Ibarat mau jual dan beli sesuatu aja di pasar, cuma yang mau kita beli adalah saham.

2. Saham

Saham (stock) ibaratnya adalah tanda kepemilikan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Tentunya nggak semua perseroan terbatas, misal PT ABC Tbk., nah perusahaan ABC menyatakan bahwa perusahaannya terbuka (Tbk.), terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) yang mana sebagian sahamnya dijual di pasar modal melalui sekuritas.

Menurut idx.co.id, dengan penyertaan modal atas suatu perusahaan, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

3. Sekuritas

Kalau kamu pernah mendengar istilah broker atau pialang saham, keduanya adalah istilah lain dari sekuritas. Perusahaan sekuritas adalah pihak yang menjadi perantara antara investor dan pasar modal sebagai pelaku transaksi efek.

Jadi, kalau kamu mau beli saham, ya ngga perlu ke BEI, tapi harus dateng dan mendaftar di perusahaan sekuritas. Eits, zaman sekarang pendaftarannya udah ada yang bisa seratus persen online loh, mudah kan?

4. IPO (Initial Public Offering)

IPO adalah penawaran saham perdana sebuah perusahaan di lantai bursa efek. Nggak sembarang perusahaan dapat melantai di BEI karena ada berbagai kriteria yang harus dipenuhi.

5. Rekening Dana Nasabah (RDN)

Jangan berharap kalau bisa beli saham pakai rekening tabungan biasa, karena untuk dapat melakukan transaksi jual beli saham kita butuh yang namanya rekening dana nasabah, ada yang nyebut juga rekening dana investor, sama aja.

RDN ini bakal kita dapat setelah kita terdaftar di sebuah perusahaan sekuritas. RDN dapat digunakan untuk menampung dana yang akan kita gunakan untuk bertransaksi saham. Ketika ingin mencairkan dana hasil dari penjualan saham, baru deh kita transfer ke rekening tabungan pribadi kita.

6. Indeks

Indeks pasar saham adalah statistik yang digunakan sebagai alat untuk mewakilkan karakteristik dari saham komponen yang diperjual belikan dalam pasar saham. Yaa, sederhananya sih indikator harga rata-rata saham dalam satu kelompok saham tertentu. Contohnya indeks IDX30 dan LQ45.

Indeks IDX30 menurut pengertian BEI adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

7. Saham Blue Chip

Sering denger orang ngomong saham blue chip, emang apa sih saham blue chip itu? Sebenarnya ini bukan termasuk istilah saham yang resmi, hanya saja sering digunakan oleh orang-orang yang beraktivitas di pasar saham.

Saham blue chip biasanya disematkan untuk saham perusahaan besar, mapan, dengan harga yang relatif stabil. Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kategori saham blue chip biasanya merupakan leader di sektornya.

8. Saham Gorengan

Istilah saham gorengan tidak akan ditemukan dalam kamus resmi dunia saham, karena istilah ini hanya dipakai oleh orang-orang yang beraktivitas di pasar saham. Saham gorengan biasanya digunakan untuk menyebut saham yang harganya dipermainkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kepentingan. Biasanya saham ini memang punya kapitalisasi kecil dan tidak begitu baik pergerakannya.

9. Bullish

Bullish adalah istilah saham untuk menyebut pergerakan harga saham yang cenderung meningkat dalam jangka waktu tertentu.

10. Bearish

Bearish ini istilah untuk menyebut pergerakan saham yang cenderung menurun, yaa ini adalah kebalikan dari istilah bullish.

11. Capital Gain

Istilah ini dipakai untuk menyebut keuntungan yang diperoleh dari selisih harga penjualan yang lebih tinggi daripada harga beli. Yak, cuan, hehe. Misal nih ya, kita beli saham emiten OPQR harga 500/lot, kemudian kita jual harga 800/lot, maka kita dapat capital gain seharga 300/lot. Nah, tinggal dikalikan saja sama jumlah lot yang kita punya di saham emiten tersebut.

12. Capital Loss

Berkebalikan dengan capital gain, capital loss adalah kerugian yang harus kita tanggung dari selisih harga penjualan yang lebih rendah dibanding harga pembelian.

13. Stock Split

Stock split adalah proses pemecahan satuan unit saham menjadi beberapa bagian. Tujuannya untuk menambah jumlah saham yang ada, juga untuk mengontrol harga saham yang mungkin sudah cukup tinggi, yaa agar terjangkau oleh lebih banyak investor tentunya.

14. Emiten

Emiten adalah penyebutan untuk perusahaan yang mengeluarkan surat berharga untuk diperdagangkan di Bursa Efek. Yaa contohnya yaa perusahaan seperti Telkom, Unilever, BCA, Astra, dan emiten lainnya yang melantai di Bursa Efek.

15. Kustodian

Kustodian adalah pihak ketiga yang membantu proses transaksi saham, biasanya, kustodian ini menjadi tempat menaruh dana, saldo, dividen, dan hal lainnya milik nasabahnya. Yaa, umumnya sekuritas tidak memegang dana dari para nasabah, tetapi bakal dititipkan oleh kustodian ini.

16. Dividen

Dividen adalah pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya, meskipun cuma pegang satu lot. Seringnya sih dibayarkan setiap 3 bulan sekali, ya tapi belum tentu juga, karena ada perusahaan yang membagikan dividen 6 bulan sekali, atau tidak sama sekali, hehe.

Pembayaran ini dilakukan sebagai bentuk bagi hasil dari keuntungan yang diterima oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya.

17. Watchlist

Watchlist adalah daftar saham yang menjadi fokus kita nih. Dari ratusan saham yang terdaftar di BEI, kita nggak mungkin kan mantau semuanya, paling hanya beberapa yang menjadi incaran sesuai kriteria.

18. Offer

Offer adalah harga yang ditawarkan oleh para investor yang menjual kepemilikan sahamnya. Antrian offer semakin ke bawah biasanya harganya semakin mahal, sedangkan antrian yang paling atas disebut best offer atau penawaran jual di harga termurah.

19. Bid

Bid adalah harga tertinggi yang akan dibayar oleh para buyer, calon investor. Bid ini antrian yang semakin ke bawah harganya akan semakin kecil atau murah. Antrian bid paling atas biasa disebut best bid.

Bid and Offer

20. Yield

Yield adalah istilah saham untuk persentase pendapatan kotor yang dibagi dengan harga saham. Biasanya, semakin tinggi yield suatu perusahaan, maka kemungkinan kondisi perusahaan tersebut semakin terancam.

21. Diversifikasi

Diversifikasi adalah sebuah upaya oleh para investor untuk menanamkan modalnya pada berbagai jenis saham perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang usaha. Misalnya, dalam satu portofolio investor berisi saham dari bidang properti, pertambangan, dan perbankan.

22. Analisa Teknikal

Analisa teknikal merupakan pendekatan analisa saham dengan mempelajari aktivitas pasar. Ya, bisa menggunakan data historis harga seperti grafik saham untuk memprediksi pergerakan saham, dan indikator lainnya.

23. Analisa Fundamental

Analisa fundamental adalah pendekatan untuk mengetahui kondisi perusahaan. Hal yang dijadikan sebagai dasar analisa fundamental misalnya berasal laporan keuangan, melalui rasio kondisi keuangan maupun non keuangan seperti kekuatan brand, dan sebagainya.

Nah, itu tadi beberapa istilah yang biasanya dipakai dalam dunia persahaman, baik istilah resmi maupun tidak resmi yaa. Next time coba saya lengkapi lagi istilah-istilahnya, biar makin lengkap dan mantep buat Yuk Nabung Saham!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *