Menikmati Kopi di Bangunan Tua Ratusan Tahun

Hai, apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata ‘café’? Tempat yang hits, cozy, instagramable, kopi, dan lain-lainnya? Apa kamu pernah datang ke café yang unik? Coba tolong sebutkan café-café unik menurut kamu di kolom komentar. Lalu, apa kamu juga sudah pernah ke café yang usia bangunannya ratusan tahun? Ada beberapa café di Indonesia yang bertempat di gedung tua, misal seperti café yang ada di kawasan Kota Lama Semarang. Kamu bisa tulis di kolom komentar ya café mana saja yang bangunannya sudah berusia ratusan tahun.

Ngomongin soal café yang usia bangunannya sudah mencapai ratusan tahun, ada salah satu café di kabupaten Cirebon yang unik plus usia bangunannya sudah lebih dari seabad. Nama café tersebut adalah Milarie Coffee. By the way, saya mau sedikit cerita awal mula kenapa saya bisa ketemu sama café ini, yang pada akhirnya tulisan ini saya buat.

Awalnya saya dan partner saya lagi mencari tempat untuk ngerjain tugas, setelah muter sekitar tempat tinggal, kami tidak menemukan tempat yang kami cari, yakni tentu saja café cozy layaknya café pada umumnya. Karena tak kunjung ketemu, saya buka Google Maps, dan mengetik “Café terdekat” di kolom search. Muncullah beberapa café yang ada, dan di antara rekomendasi Google tersebut, ada satu nama café yang menurut saya menarik.

Kami cek foto yang dibagikan di Google Maps dari para reviewer, dan saya membayangkan itu adalah café yang kami cari.  Kami pun senang, karena ternyata ada café ‘menarik’ di sekitar tempat tinggal kami. Setelah itu kami memutuskan untuk pergi ke sana, Milarie Coffe, berdasarkan info Google Maps sekaligus sebagai penunjuk jalan.

Lokasi café agak masuk ke dalam gang yang cukup untuk satu mobil. Pas sampai di lokasi sesuai arahan Google Maps, saya kaget. “Kok tempatnya sepi?” saya bertanya ke partner saya. Ya maklum, pada saat itu sudah malam, apalagi bulan puasa, sekitar pukul 9 malam dan berdasarkan info Google Maps café tersebut tutup jam 11 malam.

Sampai di parkiran, kami akhirnya mengurungkan niat untuk ke café itu karena suasananya yang sepi dan agak creepy. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke café lain. Saat di café lain itu, yang tidak mau saya sebutkan namanya, hehe, saya terus kepikiran dengan Milarie Coffee. Saya putuskan membuka Google dan menemukan sebuah fakta yang membuat saya terkejut, sekaligus sedikit menyesal tidak jadi ke Milarie Coffee.

Nyatanya, Milarie Coffe memang menarik perhatian saya, dan dua hari setelah malam itu, kami pun memutuskan untuk pergi ke Milarie Coffee.

Milarie Coffee (Source: instagram.com/milarie_coffee

Fakta Menarik Milarie Coffee

Fakta menarik yang membuat saya terus kepikiran dan pengeeeen banget ke Milarie Coffee adalah, café tersebut menempati bangunan rumah berusia ratusan tahun. Unik banget kan? Kesan unik itu sudah bisa kita lihat ketika pertama kali datang. Lampu café yang temaram, membuat kesan hangat saat melangkahkan kaki melewati pintu kuno bergaya lawas. Cat dinding yang mengelupas dan sedikit sawang atau sarang laba-laba menggantung di sudut ruangan menambah kesan orisinil bangunan.

Milarie Coffee tampak depan
Milarie Coffee (Source: Dokumen Pribadi)

Saat menikmati kopi di café itu, kesan zaman kolonial dipadu padankan dengan nuansa khas Cirebon pada wayang kulit Cirebonan yang terpampang di dinding rumah. Tidak ada lagu yang biasa di putar di café-café pada umumnya saat saya ke sana. Mungkin, karena lagi bulan puasa dan waktu malam, adanya kebijakan royalti, atau memang tidak memutar lagu karena dekat dengan pemukiman warga. Entahlah, atau biasanya memutar lagu tapi saya tidak tahu? Kalau kamu pernah ke sana, silakan comment di bawah agar saya tahu, ya.

Source: Dokumentasi Pribadi

Lokasi Milarie Coffe

Oh ya, Milarie Coffee ini terletak di Jl. Sastrasukendra Blok Pukuwon Desa Plumbon, Plumbon, Kabupaten Cirebon. Agak masuk ke dalam sekitar 100 meter dari pinggir jalan utama jalur Pantura arah Cirebon-Bandung. Lokasinya di sekitar pemukiman warga dan dekat dengan Masjid Jami Al Makmur Plumbon. Berdasarkan informasi dari instagram Milarie Coffee, cafe ini open 14:00 WIB dan close 00:00 WIB.

Area di dalam rumah terdapat meja dan kursi panjang yang terbuat dari kayu. Kalau di belakang rumah, meja kursi terbuat dari beton, di atasnya terdapat lampu kelip memanjang beratapkan langit. Space di belakang rumah memang mengusung konsep out door ya. Jangan khawatir, karena tersedia parkir luas di café tersebut.

Area Belakang Rumah (Source: instagram.com/milarie_coffee

Baca juga: Ngeteh Asik di Rumah Teh Ndoro Dongker

Menu yang Terjangkau

Menu yang tersedia di café ini sangat beraneka ragam, mulai dari menu varian kopi, coffee and latte, non kopi, dan berbagai camilan. Harganya sangat terjangkau mulai dari Rp 10.000,- saja. Saat saya ke sana, seperti biasa kalau ke kedai kopi, saya selalu memesan cappuccino. Secangkir cappuccino dengan harga Rp 18.000,- menurut saya enak kok, saya bisa menikmatinya. Bagi saya, kalau berkunjung ke suatu cafe atau kedai kopi, yang harus enak dulu ya cappucino-nya.

Conclusion-nya, kalau ingin menyesap kopi dalam kesunyian, melebur dalam kesederhanaan, dan menikmati kudapan affordable di kantong teman. Secangkir kopi dari kedai kopi vintage yang tenang, menjelajah waktu di bangunan zaman kolonial, pilihannya cuma satu, kembali pulang ke rumah, Milarie Coffee. Nggak terlalu jauh kok kalau dari Kota Cirebon, dan jangan khawatir, nggak horror!!

1 Comment

  1. This topic is incredibly interesting, and I’m interested in learning more about it, but I’m not sure where to look. Thankfully, you created this discussion, and I’m hoping that everyone will be able to assist me.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *