Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore (2022), Film dengan Konflik Ringan dan Menghibur

Hai, kalian para potterhead pasti sudah menunggu film ketiga dari Fantastic Beasts ini kan. Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore (2022) produksi Warner Bros. Picture yang rilis di Indonesia pada tanggal 13 April 2022 ini, merupakan lanjutan dari film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald (2018) dan Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016).

Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore (2022) produksi Warner Bros. Picture yang rilis di Indonesia pada tanggal 13 April 2022 ini, merupakan lanjutan dari film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald (2018) dan Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016)
Source: Google

Sebelum membahas tentang review film ini, saya akan menjelaskan sinopsis singkat filmnya. Berlatar belakang tahun setelah kejadian Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald. Fantastic Beasts: The Secret of Dumbledore menceritakan tentang Professor Albus Dumbledore (Jude Law) yang mengetahui rencana penyihir gelap yang kuat untuk menguasai dunia sihir, yakni Gellert Grindelwald (Mads Mikkelsen).

Perjanjian darah yang mengikat keduanya, membuat mereka tidak bisa saling menyerang. Upaya untuk menggagalkan misi Grindelwald, Albus Dumbledore mempercayakan Magizoologist Newt Scamander (Eddie Redmayne) untuk membentuk sebuah tim. Tim tersebut beranggotakan beberapa penyihir hebat seperti Theseus Scamander (Callum Turner), Bunty (Victoria Yeates), Yusuf Kama (William Nadylam), Professor Hicks (Jessica Williams), dan seorang Muggle yang menemani petualangan Scamander di dua film sebelumnya, siapa lagi kalau bukan Jacob Kowalski (Dan Fogler).

Lalu bagaimana dengan kelanjutan ceritanya? Silakan temen-temen tonton dulu filmnya karena masih tayang di bioskop kesayangan kamu.

Fantastic Beasts. Albus Dumbledore mempercayakan Magizoologist Newt Scamander membentuk sebuah tim untuk menggagalkan misi Gellert Grindelwald
Source: Google

Film ini disutradarai oleh orang yang sama dengan 2 sekuel film sebelumnya, yaitu David Yates. Cara David mengarahkan film ini sangat menarik. Alur ceritanya sangat rapi melanjutkan cerita dari film kedua. Setiap kejadian yang muncul dalam film alurnya pun agak susah ditebak, bukan yang plot twist banget, tapi tidak terasa kalau tiba-tiba sudah menikmati film ini selama 2 jam 23 menit.

Skenario yang ditulis oleh J.K. Rowling dan Steve Kloves (penulis scenario Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald dan beberapa seri film Harry Potter) memiliki plot utama yang sudah saya sebutkan di sinopsis singkat tadi. Cerita yang terstruktur ini juga memiliki beberapa subplot yang akan mengungkap identitas Credence (Ezra Miller) dan masa lalu Albus Dumbledore. Konflik cerita yang dibangun sepanjang film sudah aman dan ringan. Sayangnya, klimaks dari film ini malah kurang dapet. Walaupun dari judul filmya mengkaitkan nama Dumbledore, tapi Newt Scamander masih tetap menjadi tokoh sentral dalam film ini.

Casting spell (perapalan mantra) saat menggunakan tongkat ketika battle mungkin salah satu yang dinanti para potterhead. Namun, tidak banyak perapalan mantra seperti alohomara, expelliarmus, dan lainnya oleh para wizard ketika bertarung. Beruntung, untuk mengobati sedikit rasa kangen dengan Harry Potter, kastil Hogwarts muncul dalam film ini.

Sinematografi dan efek CGI yang tersaji sangat luar biasa. Apalagi ketika battle antara Albus Dumbledore dengan Credence, dan menurut saya scene ini adalah battle yang paling menarik dibanding pertarungan lain yang tersaji dalam film. Ditambah scoring yang pas membuat adegan jadi lebih dramatis.

Score atau musik latar yang mengiringi adegan Newt dan Theseus Scamander di penjara bawah tanah berhasil menghadirkan unsur komedi dalam film ini, bahkan saya dan beberapa penonton yang lain juga ikut tertawa melihat adegan tersebut.

Instrumental backsound film Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore merupakan karya James Newton Howard. Sepanjang film ini berlangsung, instrument musik ini akan menemani experience kita saat menonton, sembari nostalgia dengan kisah-kisah dalam film Harry Potter.

Fantastic Beasts. Battle antara Albus Dumbledore dan Credence, dan menurut saya scene ini adalah battle yang paling menarik dibanding pertarungan lain yang tersaji dalam film. Ditambah scoring yang pas membuat adegan jadi lebih dramatis
Source: Google

Baca juga:

Review Film Morbius (2022): Film Vampir Anti Hero dengan Alur Cerita Hambar

Review Film: Antara Skripsi dan Kedai Kopi

Belajar Nggak Kepo dari Film Turut Berduka Cita

Menurut saya, ada beberapa karakter yang screen time-nya cukup banyak di film, tapi kehadirannya kayak kurang penting. Mungkin akan lebih baik jika difokuskan saja ke beberapa karakter inti dan pengembangan cerita, daripada banyak karakter tapi kontribusinya minim untuk alur cerita dan aksi pada film.

Beberapa karakter yang ada pada film pertama juga muncul lagi pada film ini, pun masih diperankan oleh aktor yang sama, kecuali Grindelwald. Grindelwald awalnya diperankan oleh Jonny Depp pada film Fantastic Beasts 1 dan 2, pada film ketiga kali ini perannya digantikan oleh Mads Mikkelsen. Justru, Mikkelsen bisa lebih membawakan peran antagonis tersebut dengan sangat apik dan banyak menuai pujian dari para kritikus. Mikkelsen bisa membawakan peran penyihir jahat dengan lebih natural dan meyakinkan. Pokoknya patut diacungi jempol.

Eddie Redmayne sudah tidak diragukan lagi memerankan Newt Scamander, apalagi dengan gaya agak kikuk yang khas. Dan Fogler yang luar biasa memerankan Jacob Kowalski, dimana setiap kemunculannya pasti tidak lepas dari tawa, padahal hanya dialog sederhana pun bisa menghibur.  Saya justru menyukai karakter Credence di 2 film sebelumnya, di film ketiga ini, kerasa banget penurunan karakternya, malah terlihat seperti orang yang sakit dan dingin banget, tidak seperti gambaran karakter sebelumnya.

Fantastic Beasts. Eddie Redmayne sudah tidak diragukan lagi memerankan Newt Scamander, apalagi dengan gaya agak kikuk yang khas.
Source: Google

Membahas Fantastic Beasts, tak lengkap jika tak membahas yang paling dinantikan dalam film ini, apalagi kalau bukan “beast” nya. Jenis hewan buas ajaib apa dan bagaimana bentuknya sih yang akan muncul? Tentu saja Pick dan Teddy masih setia menemani Newt, serta burung Phoenix yang bersama Credence. Hewan yang berkaitan dengan jalan cerita utama adalah Qilin, makhluk mirip rusa yang memiliki kekuatan melihat pemimpin yang layak. Ada juga makhluk mirip perpaduan antara lobster dan kalajengking yang menghuni penjara bawah tanah. Menurut saya, hewan ini memberikan kenangan tersendiri pada film ini.

Fantastic Beasts. Pick dan Teddy masih setia menemani Newt. Burung Phoenix yang bersama Credence.
Source: Google

Bagi yang belum pernah menonton 2 film sebelumnya, film ini masih bisa dinikmati dan memberi pengalaman yang menyenangkan. Namun, karena timeline film yang berurutan, sebaiknya sudah mengikuti 2 film Fantastic Beasts sebelumnya. Kalau tiba-tiba nonton, mungkin akan ada hal yang dirasa membingungkan.

Over all, film ini sangat recommended untuk ditonton bersama keluarga, anak-anak, teman, atau kekasih. Konflik dan ceritanya ringan, banyak adegan yang menghibur, jadi ya sangat enjoyable. Well, I gives 8 out of 10 gold stars for Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore. So, buruan tonton filmnya, apalagi yang penasaran dengan kisah romansa Jacob Kowalski dan Queenie Goldstein (Alison Sudol), di film ini akan terjawab bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka loh.

Salam,

Deka 😊

1 Comment

  1. I do not know what to say really what you share very well and useful to the community, I feel that it makes our community much more developed, thanks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *